etelah jadi anak kuliahan, kita akan banyak berteman dengan
buku-buku refrensi yang super tebal. Butuh keahlian untuk membaca cepat, saat
konsentrasi, rata-rata manusia membaca 250 kata-kata setiap menitnya. Artinya
satu halaman rata-rata membutuhkan 1-2 menit. Tapi, kalau enggak konsentrasi,
jumlah kata dalam 1-2 menit bisa lebih sedikit lagi. Tapi ada orang yang bisa
membaca lebih cepat dari itu dan ini bisa dilatih, lho. Ikuti langkah-langkah
dibawah ini..,
Paling penting adalah penerangan yang baik agar mata enggak
lelah. Apalagi kalau kita membaca di layar computer, mata akan cepat lelah.
Cara mengakalinya, ubah background tulisan jadi hitam dan font huruf menjadi
putih. Oh ya, jauhkan diri dari benda-benda yang mengganggu konsentrasi seperti
televisi, gadget dan teman yang bisa menyela saat sedang membaca.
Yang membedakan antara pembaca lambat dan yang cepat adalah
kecepatan mata. Semakin cepat mata bergerak diri kiri ke kanan semakin banyak
kata yang diserap. Orang sering membaca satu kata demi satu kata, dan mata
selalu berhenti sebentar di satu kata
itu. Misalnya dalam kalimat ‘Bulan September adalah bulan ke-sembilan dari dua
belas bulan.’ Ada jeda untuk membaca satu sebelum lanjut di kata ‘September.’
Ada jeda untuk membaca satu kalimat panjang itu. Sebaiknya, mata terus bergerak
dengan mulus tanpa jeda di tiap katanya. Caranya? Luaskan pandangan mata.
Begitu mata kita tiba di ujung satu kata,luaskan pandangan mata pada kata di
sampingnya sehingga tidak ada kesempatan berhenti. Oh iya, kita bisa melatih
diriagar enggak kebanyakan jeda. Awalnya, targetkan kita jeda setelah satu
pragraf, lalu ditambah jeda lima paragraph, lanjut hingga satu atau dua
halaman. Lama-lama mata dan otak terlatih terus membaca tanpa berhenti.
3. PREVIEW BUKU
Ketika akan membaca buku, kita harus tahu apa isi singkat
atau preview dari buku itu. Baca dua paragraph pertama dengan lengkap. Dari
situ akan terlihat inti tulisan. Setelah itu, loncat ke paragraf berikutnya dan
cukup baca kalimat pertamanya. Kalau dirasa enggak nyambung dengan paragraph
sebelumnya, langsung loncat ke paragraph berikutnya dan seterusnya. Bila ada
bagian penting, bisa ditandai dengan stabile. Pada bagian yang kita tandai itu,
kita baca lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman lebih baik lagi. Inget,
preview buku enggak memberikan gambaran detail soal isi buku tapi jelas
menghemat waktu. Kadang dalam satu buku refrensi, hanya satu atau dua bab saja
yang kita butuhkan.
Teknik lain yang bisa kita gunakan adalah skimming atau menarik kata. Anggap mata
kita sebagai magnet yang berfungsi memilih kata mana yang menarik. Ini mirip
seperti saat kita memilih baju atau makanan di rak-rak supermarket. Cari yang chatcy. Pertama, baca dulu judulnya,
lalu loncat ke kalimat pembuka yang biasanya penjelasan singkat dari isi buku. Setelah
itu mulai membaca dari atas ke bawah. Bayangkan seperti kita sedang lari naik
turun tangga dengan menggunakan mata. Kita hanya berhenti dan membacadengan
pelan pada kalimat-kalimat yang nyambung dengan judul dan kata pembuka saja. Jangan
lupa beri tanda kalau dirasa penting.
5. TANGAN SEBAGAI
PANDUAN
Saat membaca, gunakan tangan atau mouse computer untuk memadu kalimat yang sedang di baca. Ini membantu
kita focus pada kalimat dan mata enggak jelalatan pada kalimat lain yang bisa
membuyarkan konsentrasi. Usahakan mata kita bergerak membaca sama cepatnya
dengan gerakan tangan.
Membaca cepat jelas butuh latihan. Kita bisa dari sekarang
dengan memulai membaca novel singkat, majalah atau info-info pengetahuan popular
di internet. Luangkan waktu sekitar satu jam setiap hari untuk latihan membaca.
Dengan demikian, otak akan terbiasa menyerap kalimat dari bacaan dan semakin
cepat juga kita bisa membaca.
7. HINDARI MEMBACA KERAS ATAU
MEMBACA DALAM HATI
Membaca dalam hati dan membaca dengan keras-keras sama-sama
akan memperlambat kecepatan baca kita. Otak kita bisa menyerap 100 kata dalam 5
detik, tapi kalau membaca dalam hati, otak bekerja lima kali lebih lambat. Begitu
juga dengan membaca keras-keras. Ini akan menghemat penyerapan kalimat enggak
penting seperti kata ‘kan’, ’iya’, ’lalu’ dan kata sambung lainnya. Tanpa kata-kata
itu pun kita sudah mengerti maksudnya.